Deskripsi Gambar

SILATURAHMI, EDUKASI DAN SOSIALISASI (SES) GERAKAN BAWA TUMBLER SENDIRI DI SD NEGERI KANDIHIN KECAMATAN LOKSADO

 



Banyaknya sampah disekeliling kita membuat keadaan lingkungan sekitar kita bisa termasuk kategori yang memprihatinkan. Hal ini seharusnya dapat membuat kita bergerak melakukan tindakan untuk lingkungan. Bagaimana tidak, sampah plastik menjadi masalah utama yang mencemari tanah khususnya sampah yang berasal dari minuman baik dalam bentuk botol atau bentuk cangkir plastik. Sampah bekas minuman hanya digunakan satu kali dan setiap harinya produksinya semakin banyak. Hal ini dapat kita lihat dari data Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup, bahwa Kabupaten Hulu Sungai Selatan cukup menyumbang banyak sampah setiap harinya sekitar 91,96 Ton yang dimasukkan kedalam Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) yang terletak di daerah Malutu. 

Teknik 3R (Reduce, Reuse, Rycle) perlu diterapkan sejak dini untuk membentuk lifestyle yang ramah lingkungan. Hal yang saya gunakan untuk menerapkan konsep Reuse yang artinya menggunakan kembali barang yang bisa digunakan lebih dari satu kali. Misalnya membawa tempat minum sendiri atau yang lebih dikenal dengan sebutan tumbler . Dengan menerapkan kebiasaan ini kita bisa mengurangi produksi sampah bekas minuman secara bertahap. 

Maka dari itu, saya melakukan silaturahmi, edukasi dan sosialisasi (SES) lingkungan dengan mendatangi salah satu sekolah di kecamatan Loksado untuk mengajak siswa dan siswi membawa tumblernya sendiri setiap berangkat ke sekolah. Pada tanggal 7 September 2022 saya telah melaksanakan kegiatan permohonan izin untuk melaksanakan kegiatan, sosialisasi dan edukasi terkait dengan gerakan bawa tumbler kemudian dilanjutkan dengan tanggal 8 September 2022 dengan kegiatan pemberian apresiasi kepada siswa yang rajin membawa tumbler setiap hari dan siswa yang membawa tumbler pada hari tersebut. Acara dilanjutkan dengan penyerahan bibit tanaman buah sebanyak 10 bibit kepada pihak sekolah dan foto bersama.

Kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi produksi sampah yang berasal dari lingkungan rumah tangga dan sekitarnya dengan lifestyle yang lebih ramah lingkungan khususnya di daerah Kalimantan Selatan ini.

(aksi nyata Rachmatul Karimah) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama